BAZNAS RI Perkuat Peran Awardee Pascasarjana dalam Pengembangan Ekosistem Zakat Nasional

Nasional4 Dilihat

Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat peran penerima Beasiswa (awardee) Pascasarjana dalam pengembangan ekosistem zakat nasional melalui kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Studi Beasiswa Pascasarjana BAZNAS RI. 

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para awardee untuk memperkuat kolaborasi riset dan menghasilkan rekomendasi yang mendukung penguatan pengelolaan zakat di Indonesia. Acara yang mengangkat tema “Penguatan Kolaborasi dan Peran Riset Filantropi untuk Pengembangan Ekosistem Zakat Nasional” ini diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Kamis (4/6/2026).  

Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Direktur Pendistribusian BAZNAS RI H. Ahmad Fikri, M.Pd., Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, S.Sos., M.Hum., serta dihadiri para penerima beasiswa pascasarjana dari berbagai daerah.

Dalam pemaparannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. menegaskan, riset harus mampu menjadi instrumen penguatan ekosistem zakat yang berdampak. Menurutnya, hasil penelitian para penerima beasiswa perlu terhubung dengan praktik pengelolaan zakat sehingga dapat menjadi dasar inovasi program dan perbaikan kebijakan.

“Program-program zakat harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Karena itu, hasil riset para mahasiswa pascasarjana perlu mampu memberikan rekomendasi yang dapat memperkuat efektivitas program dan memperluas dampaknya bagi masyarakat,” ujar Idy.

Ia menjelaskan, berbagai program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS memerlukan dukungan riset yang mampu menghadirkan solusi dan pendekatan baru berbasis bukti. Menurutnya, temuan-temuan dari penelitian magister dan doktoral tidak boleh berhenti sebagai karya akademik, tetapi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan zakat nasional.

Idy juga menekankan pentingnya memperkuat literasi dan publikasi zakat melalui hasil-hasil penelitian para awardee. Menurutnya, karya riset yang berkualitas perlu dikurasi dan disebarluaskan agar dapat menjadi referensi bagi masyarakat, akademisi, maupun pengelola zakat.

“Kita membutuhkan lebih banyak referensi dan publikasi yang berkualitas untuk memperkuat literasi zakat. Hasil-hasil riset yang baik harus diterbitkan dan dimanfaatkan sebagai bahan edukasi masyarakat sekaligus dasar pengembangan inovasi pengelolaan zakat,” katanya.

Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si. mengajak seluruh penerima beasiswa untuk terlibat aktif dalam pengembangan riset payung nasional yang tengah dibangun BAZNAS RI.

Menurutnya, riset payung diperlukan untuk menghubungkan berbagai tesis, disertasi, artikel ilmiah, dan policy paper dalam satu agenda besar yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih kuat bagi pengembangan perzakatan nasional.

“Melalui riset payung, kita ingin membangun penelitian yang terarah dan saling terhubung. Karena itu, saya mengajak seluruh awardee untuk bergabung dalam klaster riset masing-masing, mengembangkan riset payung BAZNAS, dan menulis artikel secara kolaboratif yang nantinya dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi pengembangan ekosistem zakat,” ujar Imdadun.

Dalam paparannya, Imdadun menjelaskan, BAZNAS telah mengembangkan empat klaster utama riset, yaitu tata kelola ZIS-DSKL, pengumpulan ZIS-DSKL, pendistribusian ZIS-DSKL, serta pendayagunaan ZIS-DSKL. Seluruh penelitian para awardee diharapkan dapat berkontribusi pada salah satu klaster tersebut sehingga mampu memperkuat basis pengetahuan dan pengambilan kebijakan berbasis data.

Ia menambahkan, kolaborasi riset lintas kampus dan lintas disiplin ilmu menjadi penting untuk menghasilkan inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan pengelolaan zakat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan filantropi Islam dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed