Khofifah dorong peningkatan layanan dan keselamatan kereta api

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pemangku kepentingan perkeretaapian meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan perjalanan kereta api di wilayah setempat.

“Selamat Hari Kereta Api Nasional ke-81. Terima kasih kepada seluruh insan perkeretaapian atas dedikasi dan pengabdiannya. Mari terus meningkatkan pelayanan agar setiap perjalanan menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin.

Khofifah mengatakan jaringan perkeretaapian di Jawa Timur mencapai 1.525 kilometer dengan 123 stasiun dan melayani 138 perjalanan kereta api setiap hari.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, jalur aktif mencapai 910 kilometer, sedangkan 615 kilometer lainnya merupakan jalur nonaktif.

Sebanyak 138 perjalanan kereta api terbagi dalam tiga wilayah, yakni 40 perjalanan di Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, 80 perjalanan di Daop 8 Surabaya, dan 18 perjalanan di Daop 9 Jember.

Menurut Khofifah, kereta api memiliki peran strategis dalam menghubungkan masyarakat dengan pusat ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.

“Pelayanan yang semakin baik harus dirasakan oleh semua penumpang, termasuk anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas. Kemudahan akses serta kenyamanan di stasiun dan selama perjalanan perlu terus menjadi perhatian bersama,” ujar dia.

Pengembangan layanan juga dilakukan melalui Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang direncanakan menggunakan kereta rel listrik (KRL).

Fase 1A mencakup elektrifikasi jalur Sidoarjo-Gubeng dan Depo Sidotopo sepanjang sekitar 30 kilometer.

Di sisi keselamatan, data Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya per 7 Mei 2026 mencatat 999 perlintasan sebidang di Jawa Timur. Sebanyak 916 perlintasan telah terdaftar, sementara 83 lainnya belum terdaftar.

“Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap pengembangan layanan kereta api. Pengamanan perlintasan membutuhkan koordinasi yang kuat, kesiapan petugas, serta kepatuhan masyarakat terhadap rambu dan ketentuan keselamatan,” katanya.

Pemprov Jatim juga membangun 132 palang pintu dan pos jaga kereta api pada 2023-2025 yang tersebar di 22 kabupaten/kota.

Khofifah mengajak masyarakat mematuhi rambu keselamatan dan tidak menerobos palang pintu demi mencegah kecelakaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *