Mahasiswa KKN Nawahita UPN “Veteran” Jatim Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Bernilai Guna di Desa Menganto

Jombang – Masalah pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, mulai mendapat perhatian serius. Untuk menekan penumpukan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi warga, Kelompok 09 KKN SDGs Berdampak Nawahita dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar sosialisasi dan pelatihan daur ulang sampah pada Selasa (21/7/2026).

Sebanyak 17 warga setempat mengikuti jalannya kegiatan yang memadukan edukasi pemilahan sampah dengan praktik langsung pembuatan kerajinan dari barang bekas. Selama ini, sebagian besar warga Desa Menganto masih membuang sampah secara langsung tanpa dipilah terlebih dahulu.

Hadir sebagai narasumber, Direktur Bank Sampah Induk Jombang, Anny Mustikaningrum, memaparkan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemilahan sampah dari rumah merupakan langkah awal yang sangat krusial. Selain menjaga kebersihan, keterampilan mengolah limbah plastik menjadi produk kerajinan juga dapat mendatangkan nilai tambah secara ekonomi.

Anny juga mengingatkan masyarakat akan bahaya membakar sampah plastik secara sembarangan. “Sampah plastik sebaiknya tidak dibakar karena mencemari lingkungan. Plastik yang terbakar bisa terurai menjadi mikroplastik yang merusak ekosistem dan berpotensi masuk ke dalam rantai makanan,” tegasnya.

Upaya yang berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1 (Tanpa Kemiskinan) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Menganto.

Sekretaris Desa Menganto, Mardianto, menegaskan bahwa potensi ekonomi dari pengelolaan sampah perlu digarap secara kolaboratif oleh warga. “Sampah yang memiliki nilai ekonomis sebenarnya bisa ditukar atau dijual. Hal ini bahkan bisa kita angkat dalam musyawarah desa. Bagi warga yang ingin membentuk bank sampah, pihak desa siap memfasilitasi koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ungkap Mardianto.

Respon hangat juga datang dari para peserta. Sutrinis, salah satu perwakilan warga Desa Menganto, menyampaikan apresiasinya atas edukasi yang diberikan oleh para mahasiswa. Ia berharap wawasan yang didapat bisa menjadi titik awal bagi warga untuk mengubah pola pikir dan mulai mengelola sampah secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Ketua Kelompok KKN 09, Nadya, berharap konsistensi warga dalam memilah sampah kelak dapat menurunkan volume limbah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun TPA.

Menutup rangkaian kegiatan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 09, Arivia Fikratuz Zakia, S.E., M.Sc., menekankan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung di lapangan. “Bagi kami, KKN lebih dari sekadar agenda akademik. Yang utama adalah kehadiran mahasiswa untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat melalui edukasi, kolaborasi, dan belajar bersama warga,” tuturnya.

Tim Penulis: Nadya Nuredi Kumbara , Sari Lustina Simanullang, Tery Cindy Aulia, Aprillia Eka Puspita Diah Anggraini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *