Pemkot Probolinggo buka peluang investasi ke investor Arab Saudi

Probolinggo – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo membuka peluang investasi bidang kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ar Rozy kepada investor asal Arab Saudi, Maedin Al-Bina Company.

“Pemerintah Kota Probolinggo terus membuka peluang investasi untuk memperkuat sektor kesehatan dan kami menerima kunjungan calon investor asal Arab Saudi, Maedin Al-Bina Company,” kata Wali Kota Probolinggo Aminuddin dalam keterangannya di kota setempat, Jumat.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan rencana pengembangan dan penguatan layanan kesehatan di Kota Probolinggo, agar calon investor mendapatkan informasi mengenai potensi pengembangan rumah sakit, kondisi sarana dan prasarana, luasan lahan, kapasitas pelayanan hingga peluang pengembangan layanan kesehatan ke depan.

RSUD Ar Rozy, lanjutnya, memiliki posisi strategis mengingat Kota Probolinggo merupakan daerah transit yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa Timur. Keberadaan Pelabuhan Probolinggo, akses jalan nasional, jalur kereta api serta kedekatan dengan kawasan wisata Gunung Bromo menjadi sejumlah potensi pendukung pengembangan rumah sakit.

Menurut dia, cakupan pelayanan RSUD Ar Rozy tak hanya diarahkan bagi masyarakat Kota Probolinggo, tapi juga dari daerah sekitar. Rumah sakit tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pusat rujukan kesehatan di kawasan tapal kuda dan sekitarnya. 

RSUD Ar Rozy berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah setempat dengan luas sekitar 3,7 hektare. Saat ini rumah sakit tersebut telah memiliki kapasitas awal 106 tempat tidur dan masih tersedia ruang pengembangan yang cukup luas. Dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,7 triliun agar bisa menjadi rumah sakit terbaik di Jatim.

Pemkot Probolinggo tengah mendorong pengembangan RSUD Ar Rozy menuju rumah sakit dengan pelayanan yang lebih paripurna antara lain diarahkan pada penguatan trauma center, pelayanan penyakit dalam, pengadaan peralatan medis berteknologi tinggi serta pengembangan berbagai layanan penunjang lainnya. 

Investor asal Arab Saudi, Meriky dan Amtiaz Ibrahim menyampaikan ketertarikan terhadap peluang pengembangan RSUD Ar Rozy. Menurut dia, keberadaan rumah sakit yang telah berdiri, memiliki lahan, bangunan serta kelengkapan perizinan menjadi salah satu keunggulan dibandingkan lokasi lain yang masih berada pada tahap awal pembangunan.

Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan yang diwakilinya bergerak di bidang pembangunan dan pengembangan berbagai fasilitas, termasuk rumah sakit. Peluang kerja sama nantinya tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur, tetapi juga pengadaan peralatan kesehatan hingga pengelolaan atau operasional rumah sakit.

“Perizinan dan surat-suratnya lengkap. Tinggal skema kerja samanya,” jelas Ibrahim.

Sementara itu Ketua Tim Kerja Pengembangan Promosi pada DPMPTSP Jatim Iswahyudi Oky Saputro mengatakan RSUD Ar Rozy menjadi salah satu lokasi yang dinilai menarik bagi investor karena infrastrukturnya telah tersedia.

Untuk tahapan berikutnya, pembahasan akan diarahkan pada aspek bisnis, feasibility study (FS), detail engineering design (DED), serta kajian terhadap bentuk kerja sama yang paling tepat.

“Investor juga akan menyiapkan proposal bisnis untuk ditindaklanjuti bersama Pemprov Jatim dan Pemkot Probolinggo,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *