Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi beras premium Bulog yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp14.900 per kilogram.
“Pemkot Surabaya juga melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan distribusi di lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan dan ketersediaan beras bagi masyarakat,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Nanik Sukristina, di Surabaya, Rabu.
Ia mengemukakan, Bulog Cabang Surabaya menyediakan beras premium sebanyak 5 ton per bulan, dan masyarakat dapat memperoleh beras tersebut melalui sejumlah saluran distribusi, baik pasar tradisional maupun jaringan ritel modern.
Dia menjelaskan, di pasar tradisional beras premium Bulog tersedia melalui pasar, di antaranya Pasar Soponyono, Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, dan Pasar Pucang.
Menurut Nanik, keberadaan beras premium Bulog dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mempertahankan konsumsi beras berkualitas, sekaligus menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.
“Di tengah meningkatnya harga beras premium, masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan alternatif beras premium Bulog yang dapat menjadi pilihan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya pula.
Ia memastikan beras tersebut memiliki mutu yang baik dan memenuhi standar kualitas beras, sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
“Masyarakat tidak perlu ragu untuk memilih beras premium Bulog sebagai alternatif. Pilihan beras yang berkualitas tidak selalu harus berasal dari produk dengan harga tertinggi,” katanya lagi.
Pemimpin Cabang Bulog Surabaya Nur Fuad Indra Mitra mengatakan pihaknya akan senantiasa bersinergi dengan Pemkot Surabaya dalam menyalurkan komoditas pangan.
“Khususnya beras premium tetap ada di tengah masyarakat sebagai salah satu pilihan,” ujarnya.








