Sidoarjo – Sekolah Progresif Bumi Shalawat di Sidoarjo, Jawa Timur, mendorong pemanfaatan rumah kaca sebagai bagian pembelajaran ilmu pengetahuan alam sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan sekolah.
“Hasil budidaya tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur asrama serta dibagikan kepada para guru dan internal yayasan,” kata guru pembina program rumah kaca Sekolah Bumi Shalawat, Muhammad Ilham Elian Galih, di Sidoarjo, Selasa.
Galih menjelaskan, proses budidaya di rumah kaca tersebut juga dilakukan untuk melatih para siswa dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA), agar mengenal dan memahami konsep agrikultur modern yang berkesinambungan.
Dirinya menyebut dalam hal pembelajaran, para siswa secara bergantian melakukan proses penyemaian, perawatan, hingga panen dengan pendampingan dari guru pembina.
Ia menjelaskan, tanaman pokcoy yang dibudidayakan dan dipanen oleh siswa kali ini memiliki siklus selama dua minggu dari masa penyemaian hingga panen.
Dalam sekali panen, Galih mengatakan hasil panen pokcoy rata-rata mencapai sekitar lima hingga tujuh kilogram, bergantung pada jumlah bibit yang disemai serta kondisi pertumbuhan tanaman di dalam rumah kaca.
Galih menyebut, selain budidaya tanaman pokcoy, para siswa juga melakukan budidaya terhadap tanaman bayam merah, selada air, hingga buah melon varietas unggulan.
Ia menambahkan hasil budidaya melon varietas unggulan dari rumah kaca tersebut juga dijual kepada masyarakat dan wali murid sehingga berpotensi menumbuhkan konsep bisnis bagi siswa.
“Ke depan, kami berharap budidaya melalui rumah kaca ini dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan siswa, serta membantu siswa mendalami konsep agrikultur moderen yang berorientasi bisnis,” kata Galih.






