Hari Tani Nasional, Perindo Jatim: Jangan Biarkan Petani Berjuang Sendirian, Subsidi Pupuk Harus Dimaksimalkan

SURABAYA — Peringatan Hari Tani Nasional 2026 menjadi momentum bagi DPW Partai Perindo Jawa Timur untuk mengingatkan pentingnya keberpihakan nyata terhadap petani. Kebangkitan petani dinilai menjadi salah satu kunci menuju kedaulatan pangan nasional.

Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur Ahmad Zazuli mengatakan, pembangunan pertanian tidak cukup hanya berbicara mengenai peningkatan produksi. Pemerintah juga perlu memastikan petani mendapatkan biaya produksi yang terjangkau sekaligus harga jual hasil panen yang memberikan kepastian.

“Petani jangan hanya diminta meningkatkan produksi. Mereka juga harus mendapatkan perlindungan dari sisi biaya produksi dan kepastian harga ketika panen,” kata Ahmad Zazuli.

Menurutnya, persoalan pupuk menjadi salah satu hal yang harus terus mendapat perhatian. Subsidi pupuk, kata dia, perlu dimaksimalkan agar petani memperoleh pupuk dengan harga yang terjangkau dan distribusinya benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan.

“Harapan petani itu sederhana: pupuk murah, mudah didapat, dan ketika panen hasilnya dihargai dengan layak. Jangan sampai biaya produksi tinggi, tetapi harga hasil panen justru jatuh,” tegasnya.

Pria yang akran disapa cal jaz itu juga menyoroti persoalan harga pascapanen. Menurutnya, peningkatan produktivitas harus diikuti dengan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan kebutuhan masyarakat sebagai konsumen.

Petani membutuhkan kepastian pasar agar hasil produksinya tidak mengalami penurunan harga secara tajam ketika masa panen tiba.

Karena itu, DPW Partai Perindo Jatim mendorong penguatan rantai distribusi, akses pasar, kelembagaan petani, serta peran koperasi agar posisi tawar petani semakin kuat.

“Petani harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan pangan, bukan sekadar menjadi objek kebijakan. Negara harus hadir sejak petani mulai menanam sampai hasil panennya terserap pasar,” ujarnya.

Dalam momentum Hari Tani Nasional, DPW Partai Perindo Jatim mendorong sejumlah agenda yang perlu diperkuat pemerintah:

  • Memaksimalkan subsidi pupuk agar biaya produksi petani lebih terjangkau.
  • Memperbaiki distribusi pupuk supaya tepat sasaran dan tidak menyulitkan petani.
  • Menjaga stabilitas harga hasil panen sehingga petani mendapatkan pendapatan yang layak.
  • Memperkuat akses pasar dan rantai distribusi untuk meningkatkan posisi tawar petani.
  • Mendorong regenerasi petani dan modernisasi pertanian agar sektor pertanian menarik bagi generasi muda.

Cak jaz menegaskan, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam sektor pertanian nasional. Karena itu, kebijakan pemerintah yang menyangkut pangan harus mempertimbangkan keberlanjutan kehidupan petani.

“Kedaulatan pangan tidak akan terwujud tanpa petani yang berdaulat secara ekonomi. Kalau petani sejahtera, produksi pangan kuat. Kalau produksi pangan kuat, negara semakin kokoh,” katanya.

Ia berharap peringatan Hari Tani tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa keberlangsungan pangan Indonesia sangat bergantung pada keberadaan petani yang produktif, sejahtera, dan terlindungi.

Mari kita bangkitkan petani. Pupuk terjangkau, harga panen stabil, pasar terbuka, petani sejahtera. Dari kebangkitan petani, kita menuju kedaulatan pangan Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *