Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur menyebut petani terbantu dengan program bantuan pompa air dalam irigasi pompanisasi yang diberikan untuk membantu petani mengairi sawahnya.
Bupati Blitar Rijanto di Blitar, Kamis, mengemukakan sarana pengairan dibutuhkan oleh petani. Program tersebut harus dimanfaatkan dan dirawat secara optimal agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani.
“Yang terpenting fasilitas ini dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Jangan sampai setelah dibangun justru tidak digunakan secara optimal, karena tujuan utamanya adalah memberikan manfaat bagi petani,” katanya.
Ia juga sudah meninjau secara langsung program irigasi pompanisasi (Irpom) di Kabupaten Blitar, salah satunya yang dimanfaatkan Kelompok Tani Sumber Rejeki, Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Irigasi tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian.
Fasilitas tersebut telah dimanfaatkan sekitar 30 hari dan diharapkan dapat membantu petani menjaga ketersediaan air, sehingga kegiatan budi daya pertanian tetap berjalan.
Bupati Rijanto juga mendorong kelompok tani di Kabupaten Blitar untuk mengelola dan merawat fasilitas tersebut secara bersama-sama, sehingga keberadaan irigasi pompanisasi tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar Setiyana menjelaskan irigasi pompanisasi yang diberikan kepada petani tersebut dilengkapi pompa berkapasitas tiga inci dengan tenaga empat horse power (HP).
Ia menyebut fasilitas itu menggunakan daya listrik sebesar 7.500 watt dan dilengkapi tandon berkapasitas 2.200 liter.
“Dengan adanya fasilitas ini, petani memiliki dukungan untuk pengairan. Yang penting pengelolaannya dilakukan dengan baik, termasuk pemeliharaan, sehingga irigasi pompanisasi bisa terus memberikan manfaat,” ujar Setiyana.
Menurut dia, pemanfaatan irigasi pompanisasi menjadi salah satu bentuk dukungan kepada petani dalam menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian.
Dengan dukungan sarana tersebut, petani diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan budi daya dan menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Blitar.
Kabupaten Blitar memperoleh 45 unit irigasi pompanisasi pada tahap pertama dari pemerintah pusat.
Selain itu, pemerintah pusat juga akan memberikan irigasi pompanisasi sekitar 50 unit tambahan pada tahap kedua, sehingga total bantuan yang diterima Kabupaten Blitar mencapai sekitar 95 hingga 100 unit.
Pemerintah kabupaten juga berharap program pompanisasi tersebut mampu meningkatkan indeks pertanaman, menjaga produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Blitar.








